Cari Blog Ini
Minggu, 27 Juni 2010
Naluri Safety Alami
Setiap manusia mempunyai naluri defensif atau bertahan, dalam hal mempertahankan hidupnya dari segala macam bahaya, ancaman dan bencana. Namun seringkali naluri keselamatan itu terabaikan termakan oleh nafsu dan keserakahan. Tidak mengenal lagi apa yang dikerjakan atau apa yang akan dikerjakannya baik atau berbahaya baginnya, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang.
Banyak dan sudah seringkali kita liat, dengar dan mungkin kita sudah rasakan sendiri akibat jika kita mengabaikan dan meremehkan sesuatu yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa itu BAHAYA. Tidak usah saya berikan contoh, saya hanya ingin anda merenung sejenak kejadian apa yang pernah terjadi pada anda akibat meremehkan hal kecil namun beresiko yang berujung pada kesusahan dan kerugian.
Pada kesempatan ini saya hanya menghimbau tanpa menggurui (karena saya juga masih sering lalai – karena itu sifat dasar manusia). Hanya dengan usaha ini saya senantiasa berusaha tidak lalai dari semua bahaya sekeci apapun yang saya temui baik yan mengancam diri saya maupun orang lain). Mari kita kembali asah naluri yang paling luhur yang diberikan Tuhan. Sang pencipta sudah mendesign diri kita ini sedemikian rupa lahir bathin. Amun kita sendiri yang sering merusak, menyakiti dan membinasakan diri sendiri dan orang lain.
Mari kita mulai dari diri kita dari ang terkecil, pungut sampah, singkurkan paku atau beling dijalan, menutup pintu jika masuk, matikan lampu jika sudah tidak dipakai, rapikan peralatan sehabis kerja, mengembalikan barang pada tempat semua dan lain-lain. Semua itu hal sepele namun sangat besar efeknya jika diabaikan. Jangan menepelekan atau mengabaikan dengan menunda-nunda semua resiko bahaya, lakukan sesegera mungkin.
Berdasar pengalaman tuk merangsang dan mengembalikan potensi dan naluri yang ada pada diri kita masing-masing dalam mengenal bahaya untuk mempertahankan dan membentengi diri dari segala resiko bahaya yang mengancam.
1. Panca indera
Panca indera kita adalah sensor penggerak untuk kita mempertahankan diri dari bahaya.
-. Penciuman
-. Penglihatan
-. Pendengaran
-. Indera perasa
-. Dan Hati
Mari kita berillustrasi, bencana tabung gas LPG akhir-akhir ini terjadi dimana-mana. Berapa banyak korban sudah berguguran (bukan pejuang yah, kok gugur, emang daun ?). apa yang salah. Pemerintah bilang ada tabung yang ilegal, padahal tidak ada tabung yang meledak. Yang ada adalah tabung bocor dari regulator karena karet atau selang tidak terpasang dengan baik. Ah sekarang jika ada permasalahan selalu mencari kambng hitam, bukannya mencari solusi tapi mencari salah saja yang diributin.
Kita kembali kepersoalan tabung LPG, bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian, untuk mencegah bahaya dari tabung bocor adlah KEPEDULIAN. KEPEDULIAN jika ada mendengar desis dan bau gas JANGAN MENYALAKAN API ATAU LISTRIK, lalu segeralah CABUT SELANG REGULATOR dan bawa tabung keluar rumah. Begitu cara pencegahannya, selain itu agar mencegah (bukankah lebih baik mencegah daripada keluar biaya, bukan?) rawat regulator selang dan kompor gas anda (tabung itu urusan pertamina yang punya tabung). Utamanya selang, bagi yang rumahnya banyak hewan utamanya tikus baiknya selang dipakaikan pelapis yang banyak dijual dipasar bebas. Tips lain adalah pada saat dipasang regulator jika terjadi kebocoran pada regulator periksa karetnya, atau jika tidak mau ambil resiko kembalikan minta tabung baru.
Itu adalah sedikit contoh sekalian solusi pencegahannya. Hal tersebut sama dengan case atau masalah lainnya. Hanya dengan sedikit kepedulian yag berasal dari panca indera, kita bisa mengetahui itu bahaya. Tapi jangan hanya termangu jika melihat, mendengar, dan merasakan bahaya tanpa ada upaya melakukan perbaikan, minimal memberitahukan kepada orang-orang yang ada disekitar bahaya tersebut.
2. Dengan anggota tubuh anda (tangan dan kaki anda serta pikiran anda)
Usaha ini adalah sudah menjurus kepada usaha pencegahan. Sebuah tindakan jika melihat, mendengar dan merasakan adanya bahaya yang mengancam. Contoh kecil dan sederhana adalah seperti menyingkirkan paku dijalan. Ini adalah tindakan nyata dan membawa amal bpahla yang besar karena menghindarkan orang lain dari bahaya. Dan masih baanyak cara lain yang mungkin lebih membutuhkan keahlian seperti, penanggulangatn bahaya kebakaran, penanggulangan bahaya tenggelam diair, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan bahaya spesifik lainnya.
Namun ada beberapa hal yang dapat kita gunakan semua dalam penanggulangannya seperti Pemakaian APAR (Alat Pemadam Api Ringan) , pengunaannya mudah karena dialat tsb ada cara penggunaannya yaitu tarik pin Arahkan Hose (selang) kearah api dan tekan pegangannya. Yang perlu diperhatikan adalah perhatikan arah angin, jangan menymprot kearah melawan angin. Dan masih banyak cara lain dalam usaha Kepedulian anda
Cara penanggulangan bahaya yang langsung direspon ini adalah suatu tindakan yang baik, jika anda melakukan hal tersebut adalah sudah termasuk berKEPEDULIAN tinggi terhadap bahaya yang bisa saja mengancam nyawa dan harta benda baik diri sendiri maupun orang lain.
3. Dengan mulut
Usaha lain dari pencegahan bahaya adalah dengan ucapan, pemberitahuan, informasikan, menyampaikan, tegur, dll. Usaha ini dilakukan jika kita tidak mampu atau tidak mempunyai pengetahuan atau tidak punya tenaga, atau tidak kesempatan untuk memperbaiki atau menghilangkan bahaya tersebut. Namun patut di banggakan karena rasa kepedulian anda sudah nampak meski belum bisa banyak berbuat.
Cara lain dari usaha ini adalah dengan menyampaikan melalui media cetak dan elektronik agar semua orang dapat mengetahuinya. Dan semoga pemerintah atau yang bertanggungjawab dalam hal itu bisa memperbaikinya dengan cepat.
4. Dengan Hati
Kepedulian selemah-lemahnya usaha kita adalah dengan hati. Maksud hati ingin mencegah bahaya tersebut namun karena beragai kekurangan dan kelemahan tidak dapat melaksanakan demikian pula ingin menyampaikan namun hal tersebut tidak juga dapat sampai kepada orang lain dan yang berwenang menanggulanginya. Tapi dengan kepedulian dan usaha yang tidak putus, HATI yang berbicara memohon dan memanjatkan doa kepada Sang Maha Pengatur hidup ini agar diri sendiri maupun orang lain dapat terhindar dari bahaya yang mengancam jiwa dan harta benda. Amin
Demikian, semoga dapat direnungkan, kami hanya berharap pada Sang Pencipta agar dapat melindungi kita semua dari segala macam ancaman dan bahaya. Dan sekali lagi KEPEDULIAN anda terhadap hal-hal yang dapat membahayakan jiwa , harkat dan martabat serta harta benda dapat terhindarkan. SEMOGA.
Terima kasih,
Makassar, medio Juni akhir 2010
Fajarusman R
berlanjut
Kamis, 17 Juni 2010
K3 jadi INVESTASI
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.
K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
Bagaimana K3 dalam perspektif hukum?
Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif.
Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-tingginya.
Norma kerja berkaitan dengan manajemen perusahaan. K3 dalam konteks ini berkaitan dengan masalah pengaturan jam kerja, shift, kerja wanita, tenaga kerja kaum muda, pengaturan jam lembur, analisis dan pengelolaan lingkungan hidup, dan lain-lain
Dust in the TRUK
Debu jalan di Kota Makassar sudah sangat memprihatinkan, mulai dari jalan kecil sampai jalan protokol sepertinya kita tidak lepas dari debu.
Dari mana debu itu datangnya ?
Mobil truk pembawa material baik tanah, pasir, batu yang lalu lalang seperti diareal penambangan saja. Dengan gagahnya dan perkasanya melewati semua ruas jalan yang ada. Tanpa mau peduli terhadap debu yang diterbangkan dibelakangnya. Padahal kami dengan bersepeda motor menikmati debunya.
Kami tidak anti pembangunan, namun sungguh bijak jika dibarengi dengan memperhatikan juga dari sisi keselamatan dan kesehatan para pengguna jalan lain.
Kita menghasilkan bangunan yang kokoh nan megah tapi kita menyengsarakan dan mungkin melenyapkan beberapa nyawa akibat dari debu tersebut. Apakah sebanding nilai bangunan itu dengan kesehatan dan nyawa manusia kecil seperti kami ini.
Kepada kaum yang ber’mobil’ mungkin tidak merasakan debu tersebut karena berada dalam ruangan yang tertutup lagi sejuk. Tapi kami yang ber’sepeda motor’ dan sepeda angin, serta pejalan kami, menikmati dengan ria debu tersebut.
Kepada nakhoda kota ini bersama jajarannya, kami ingin ajak jalan-jalan dengan menggunakan sepeda motor keliling kota agar bisa juga merasakan nikmtnya debu tersebut.
Selain menghasilkan debu truk pengangkut itu, juga mengahsilkan jalanan rusak dan kemacetan. Heran juga, kami seperti berada didaerah pertambangan yang mana truk 6 roda dan 10 rodadengan santainya melawati jalur jalan besar dan sempit dikota ini.
ADA YANG PEDULI ?
TIPS anti debu :
1. Pakai Helmet Tertutup
2. Pakai masker atau kain penutup dan kacamata transparan
3. Pakai jaket dan sarung tangan
4. Mencuci muka setelah sampai tujuan
5. Hindari berada dibelakang mobil truk, jangan berusaha melewati jika pandangan anda tidak terganggu.
Tapi yang lebih baik adalah meminimalkan bayaha itu.
Bukankah lebih baik mencegah dari pada harus mengobati.
Sabtu, 27 Juni 2009
Potret pekerja konstruksi di Makassar
Pekerja - pekerja ini bertarung dengan nyawa
demi mempertahankan hidupnya,
demi menafkahi hidup keluarganya,
Apa saja dilakukan !
Dengan maut sekalipun.
Diharapkan hal tersebut dapay dijalankan dengan baik dan benar sesuai dengan norma dan standar safety yang berlaku.
Diharapkan juga pembinaan yang berkesinambungan dalam membina perilaku yang aman dalam bekerja agar tidak menambah cerita duka pada keluarga pekerja.
Penerapan SMK3 selayaknya dijalankan dengan baik terutama dalam penegakan Punishment dan award kepada pekerja. ketegasan dari 'sang' Pengawas (safety officer bersama dengan seluruh karyawan) agar senantiasa bersama-sama mencegah dan mengawasi jika mendapati suatu kondisi yang tidak aman.
Dengan ke-PEDULI-an kita dalam melihat suatu kondisi yang tidak aman adalah awal dari kesadaan kita dalam membina suatu perilaku yang aman.
Mari kita ciptakan kondisi yang aman, tinggalkan Perilaku yang dapat menyebabkan diri anda, oranglain, (terpapar kecelakaan dan penyakit) Kerugian Harta benda (Peralatan, material - rusak atau hilang), Tersangkut masalah hukum (mencuri, berkelahi, dan hal2 yg melanggar hukum), dan ha-hal lain yang dapat menyebabkan seorang pekerja atau pekerja yang lain menderita kerugian.
Kepada Pemberi kerja,
sangat diharapkan agar senantisa mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja para pekerjanya (UU No. 1 th, 1970 tentang Keselamatan Kerja). Dengan membina dan mengarahkan pekerja anda tujuan perusahaan dan citra perusahaan akan terjaga di mata konsumen atau clien anda.
MPK3LH ada untuk senantiasa menyuarakan dan senantiasa mengingatkan para 'Pemberi kerja' dan 'Penerima Kerja' untuk senantiasa bekerja dengan aman, mengikuti prosedur kerja dan mempertahankan perilaku kerja yang aman. yang di awali dari Rumah Tangga (sebelum berangkat bekerja) , dijalan raya (berangkat kerja) , dan setiba ditempat kerja. Demikian pula sebaliknya, pulang dari kerja hingga tiba dirumah dengan selamat TANPA CEDERA dan PENYAKIT serta MASALAH HUKUM lainnya.
Insya Allah,
Pasti bisa.....
Rabu, 24 Juni 2009
Islam dan K3
Episode : Selemah-lemahnya Iman ……
ISLAM DAN K3
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja. Dan bekerja mestilah dilakukan dengan niat semata-mata karena Allah untuk mendapat kebahagian hidup berupa rezeki di dunia, disamping tidak melupakan kehidupan hari akhirat. Kerana itu dalam Islam hendaklah menjadikan kerja sebagai ibadah bagi keberkatan rezeki yang diperolehnya, lebih-lebih lagi sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Sebagaimana dalam Firman Allah dalam Surah Al - Qasas Ayat 77 ;
Artinya ; “ Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
Begitu juga, Islam memerintahkan kita melakukan sesuatu kerja dengan cara yang sebaik-baiknya dengan mengutamakan menjaga keselamatan dan kesehatan. Ini menepati firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 195 berbunyi ;
Maksudnya : “Dan infakkanlah (hartamu) dijalan Allah dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.
Melihat firman Allah seperti diatas, kami ingin berbagi. Dengan saling mengingatkan, bahwa Allah swt sesungguhnya tidak menghendaki adanya kerusakan dimuka bumi ini. Segala sesuatunya yang diciptakan Allah swt diberikan kepada manusia untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan manusia sebagai mahluk yang diberi akal dan kemampuan dari semua mahluk hidup ciptaanNya diberi peringatan untuk tidak melakukan kerusakan dengan perbuatannya (perilakunya tidak aman) dimana dengan berperilaku tidak aman tersebut akan menciptakan kondisi yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun terhadap orang lain dan juga terhadap kelangsungan hidup ciptaanNya yang lain (lingkungan hidup).
Hal tersebut semua diawali karena perilaku individu maupun kelompok yang tidak aman hingga membuat suatu kondisi atau lingkungan menjadi rusak, seperti :
Terjadi Longsor, banjir, perubahan iklim dan cuaca (climate change), penyakit, dan musibah alam lainnya.
Bukankah Allah swt telah menciptakan semua yang ada dijagad raya ini dengan keseimbangan yang baik. Namun karena keserakahan, kesaliman, dan kemaksiatan manusia yang membuat kondisi alam menjadi tidak seimbang. Bencana yang dirasakan sekarang ini hanya sebagai teguran dan cobaan bagi umatnya. Teguran, bagi umatnya yang tidak beriman, yang telah melakukan kerusakan, dan cobaan bagi umatnya yang beriman.
Mengamalkan sikap yang baik dan dijauhi serta dihindari dari segala malapetaka.
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،
Maksudnya : " Dan jika Allah mengenakan (menimpa) engkau dengan bahaya bencana, maka tidak ada sesiapapun yang dapat menghapusnya melainkan Dia sendiri dan jika ia mengenakan (melimpahkan) engkau dengan kebaikan, maka ia adalah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. ( Surah al-An'am ayat : 17)
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi pemeluknya. Islam dalam Al qur’an dan hadist melarang umat untuk membuat kerusakan jangankan kerusakan itu terjadi pada lingkungan, terhadap diri sendiri saja Allah melarangnya. Banyak contoh seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Jelas menganiaya diri sendiri, berperilaku tidak aman dan sehat serta menjaga Lingkungan tetap aman dan sehat, adalah terjemahan dari segala larangan Allah swt baik, yang termaktup dalam Alquran maupun hadist. Dengan berperilaku yang aman dan sehat kita akan menjaga lingkungan hisup kita, karena Allah swt menciptakan alam semesta ini untuk dijaga demi kemaslahatan seluruh umat manusia.
Hubungannya K3 dengan islam adalah sama sama mengingatkan umat manusia agar senantiasa berperilaku (berpikir dan bertindak) yang aman dan sehat dalam bekerja ditempat kerja (dikantor, dipabrik, ditambang, dan dimana tempat anda bekerja). Dengan berperilaku aman dan sehat akan tercipta suatu kondisi atau lingkungan yang aman dan sehat. Dengan bekerja yang aman ditempat kerja, akan membawa keuntungan bagi diri anda sendiri maupun perusahaan tempat kerja anda. Perusahaan anda sehat andapun akan tenang dalam bekerja. Karena di situ tempat anda mencari nafkah. Anda bekerja untuk mencari nafkah, bukan bekerja untuk mendapat kecelakaan, penyakit dan masalah. Jadi mari kita mulai sekarang bekerja dengan SELAMAT.
Berpikir sebelum bertindak – Utamakan Keselamatan dalam bekerja.
Alangkah indahnya hidup ini jika kita berada dalam suatu kondisi atau lingkungan yang aman dan sehat. Kemana-mana kita tidak merisaukan akan bahaya yang mengancap baik jiwa maupun harta benda. Sebagaimana Allah swt awalnya menciptakan alam semesta ini dengan kondisi dan lingkungan yang aman. Namun karena nafsu umatnya membuat semua menjadikan kondisi menjadi tidak aman dan sehat.
Banyak ayat dalam Alquran untuk kita dianjurkan tuk senatiasa bekerja dengan menjaga keselamatan diri sendiri, keluarga, harta benda dan lingkungan hidup ini.
Karena ingin mendapatkan hasil atau keuntungan yang banyak dari apa yang diusahakan sehingga norma dan peringatan-peringatan akan keselamatan menjadi terlupakan. Karena ingin sesuap nasi ada orang yang mau bekerja mempertaruhkan nyawanya, karena kurang bersyukur dengan apa yang didapatkan ada orang melakukan hal yang menyimpang (kurupsi misalnya, mencuri, menipu dlsb) apa akibat dari perilaku tersebut ?
Berujung pada kesedihan, kesedihan tersebut bukan hanya dialami oleh pelaku tersebut namun dialami oleh keluarganya, dan orang lain, maupun lingkungan hidupnya. Seperti peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga, karena perbuatan seseorang dapat merusak lingkungan sekitarnya. Karena perbuatan seseorang dalam sebuah kelompok maka rusaklah nama kelompok tersebut.
Jadi menjaga perilaku akan menjaga kondisi, dimana dalam suatu kondisi yang aman, sehat dan nyaman bukan hanya seorang yang merasakan kondisi tersebut tapi semua mahluk hidup ciptaanNya yang ingin merasakan lingkungan tersebut.
Hal diatas adalah gambaran secara global. Nah apakah anda sekarang sudah berperilaku yang aman dan sehat ditempat kerja anda ?
Menjaga perilaku yang akan dan sehat bukan hanya ditempat kerja, namun perilaku tersebut selayaknya dibawa dan diawali dari Rumah tangga, dijalan raya maupun dilingkungan rumah anda. Atau dilingkungan hidup lainnya.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dipandang dari sudut agama Islam
nama al-Kulliyatul al-Khams" اَلْكُلِّيَّاتِ الْخَمْسِ" yaitu keutamaan memelihara agama, nyawa, akal, keturunan dan harta.
Maaf,……..